Archive for the Category »idea «

Beda Standar Kick Andy :p

Sebenarnya malam ini adalah tugas finishing persiapan event Jakarta dalan rangka Recruitment Day Oriflame Indonesia. dBC Network mengadakan road Show di 10 kota di Indonesia termasuk Jakarta dan saya menjadi bagian team yang bertanggung jawab pada event Jakarta.

Saking FUN-nya bisnis yang kami lakukan, pekerjaan yang sesungguhnya adalah tanggung jawab yang sama saja kok seperti deadline pekerjaan kantor kami dulu yang rata-rata kami memang mantan pekerja kantoran juga sebenernya. Cuma ya heran aja, deadline  tinggal deadline, santai aja. Malah apdet BLOG :-)

Kenapa ?

Bukan kami tidak terbiasa pada sebuah target, duuuuh kalo itumah Insya Alah nomor satu dipegang. Mungkin yang membedakan adalah, enggak ada bossnya :-) Tapi ya selalu heran Insya allah mah setiap pekerjan yang harus mensupport hajat hidup orang banyak di BISNIS ini tetap terlaksana dengan baik, biasanyaaa…

Sambil bekerja dengan santai, sesekali saya email-emailan dengan teman-teman yang besok akan “manggung” hehe kayak Opera Van Java aja :p

Termasuk juga dengan syahdu mendengankan Radio Delta FM kesukaan saya yang sedang menyiarkan acara Kick Andy on Radio. Tidak ada yang tidak bisa dipelajari walaupun lagu-lagu yang hmm…. lagu-lagu romantis, inget-inget jaman jatuh cinta wkwkwkw… asik juga :p

Tapi bukan soal lagunya kok yang akan saya angkat sebagai pencerahan pada acara Kick Andy on Radio ya. Ini soal SUKSES.

Bahasan yang sama diangkat oleh Nadia M. Yuniardo pada event bisnis Oriflame di Cilegon beberapa waktu yang lalu dan saya hadir disana. Ya soal SUKSES.

Kalo saya berbalik ke masa sebelum ilmu saya lumayan tinggi saat ini, hallah… :p

Tidak pernah lho menyadari bahwa saya ternyata sudah banyak menginjak titik-titik SUKSES saya dalam perjalanan waktu yang cukup panjang dalam hidup. Saya tidak pernah mengenal diri melakukan banyak kesuksesan karena salah memandang arti SUKSES itu sendiri.

Malam ini saya tau bahwa saya adalah orang yang telah sangat banyak SUKSES-nya hehe..

Standar sukses orang itu gak bisa disamakan. Standar suksesnya mahasiswa tentu beda dengan standar sukses profesional muda. Sukses bagi profesional pemula pasti beda dengan sukses pegawai senior yang sedang mengejar pimpinan tertinggi sebuah perusahaan tentunya.

Dan ternyata…

Ketika saya dulu di TK, kebetulan nemu ijasah TK siang tadi, saya sadar seusia saya TK-pun saya sudah banyak melakukan banyak kesuksesan. Walaupun sedikit negatif, tapi itu adalah target sukses saya loh sebagai anak TK hahaha… Misalnya ? Sukses malakin bekel teman TK dulu yang super pelit ga mau berbagi dan “sukses” membuatnya menangis. Hasilnya ? Setiap kali pembagian raport, selalu laporan guru di kelakuan : “suka menyerang” qeqeeq lalu sukses diberi wejangan orang tua :p

Anda tau ?

Perjalanan sukses itupun akhirnya memberi saya kesuksesan mendapatkan ILMU kan kalau engga baik malakin orang, bilang aja baik-baik kalau dia harus mau berbagi sama temen yang nelangsa engga punya makanan :-)

Naik ke SD, SMP, SMA ketika saya amati malam ini, bener aja standar SUKSES menjadi sangat berbeda-beda. Kalau banyak anak bangga masuk IPA dan merasa sukses, ya memang itu standar suksesnya barangkali yah, biarin aja ngerasa jurusan paling baik adlah jurusan IPA, standarnya itu sih masa mau di brain wash yang bagus IPS.

Saya merasa sukses kok dengan ambil kelas IPS karena standar sukses saya lulus SMA masuk kuliah jurusan Sosial juga, selama SMA gak seriusan amat belajarnya. Ah ga mau pusing kayak anak IPA hahaha… Peace ya anak IPA yang biasanya agak-agak terlalu seriusan :p

Rasanya makin besar, mulai mengenal yang namanya DREAMS atawa IMPIAN. Lulus SMA berfikir masuk jurusan EKONOMI dan bekerja di Bank, tercapai. Dan itu SUKSES jaman dulu saya to ? Ya gak apa-apa kan ? Walaupun mungkin bekerja di Bank bukan ukuran sukses manisnya mahasiswa IT atau lulusan ARSITEKTUR.

Ketika kuliah dan ternyata garis tangan berkata harus sambil menikah dan mengurus anak dan keluarga, tapi di kepala standar SUKSES saya mengatakan bahwa lulus Strata 1 dengan waktu standar pada umumnya orang lajang, adalah HARUS. Dan sukses, sidang dan diwisuda berbarengan dengan teman-teman yang pada masih single dan saya sudah berbuntut 1 dan nyambi bekerja. Bagi saya, kelulusan Strata 1 itu sebuah kesuksesan mencapai dream harus lulus kuliah sesuai waktunya lulus.

Tapi…

Ya standar sukses saya untuk urusan sekolahan ya cukup S1 hehehe… Kepikiran ambil S2 dulu tapi panggilan rumah dengan kondisi hidup di Jakarta membawa saya memutusakan fokus pada perkembangan anak di rumah yang hanya di rawat pembantu saat itu. Dan standar SUKSES saya berubah total sejak saat itu. Bukan lagi karir di kantor. Bukan lagi pendidikan tinggi banget tapi membuat emosi anak lebih teratur karena kenyamanannya dipegang langsung ibunya setiap hari, menjadi ukuran SUKSES saya. Lupakan S2… Tapi standar sukses saya bisa sekolahkan anak ke jenjang S2 atau S3 kalau dia mau Insya Allah :-)

Gak heran kalau setelah mempelajari ilmu DREAMS dan SUKSES dalam perjalanan hidup dan juga hasil nguping Kick Andy on Radia tadio, saat ini standar SUKSES agak naik hehe..

Kata Kick Andy :

Standar SUKSES setiap orang berbeda-beda tapi setiap orang berhak untuk meraih mimpinya masing-masing.

Kalau memulai bisnis ini bagi saya mendapatkan income 10 Juta udah sukses, sekarang tidak lagi. Naik dong hihi…

Kalau dulu target membelikan mobil bapak tercapai sudah lalu saya bilang saya cukup SUKSES, sekarang tidak lagi. Mau mobil yang gratisan aja engga beli, itu SUKSES nanti yang lagi dikejar ;)

Dan menjadi SUKSES bagi seorang ibu seperti saya adalah kerja keras baik finansial atau hmm.. apa ya yang membuat anak sukses dunia akheratnya, jelas itu adalah SUKSES yang sedang saya kejar banget dan butuh uang loh ternyhata hehehe

Sayangnyaa….

Memang beberapa orang agak gimana gitu kalau standar sukses selalu dikaitkan dengan materi. Kalau saya sudah tidak “gimana” lagi gitu deh hihi..

Betul tidak semuanya harus dihargai dengan uang, tapi sayangnya semua butuh uang.

Yang membuat standar suksesnya adalah sekolah hingga S3, kalo enggak beasiswa ya kudunya pake uang buat bayar kuliah ya maksudnya bukan buat beli ijasah loh.

Yang membuat standar sukses jadi petinggi perusahaan, coba aja kalo mau dikasih tanggung jawab berlipat dengan gaji staff biasa mana mau kan hahaha… Pasti banding lurus deh sama INCOME yang diharapkan yang ujung-ujungnya uang juga :-)

Dan kalau ada impian yang begitu manis seperti saya, mau SUKSES dunia akheratnya hahaha *lebay* emang sih.. Muda kaya raya, mati masuk surga gitulo. Jelas aja harus punya duit banyak kan hihi kan katanya surga yang tinggi itu penghuninya tuh nebusnya seperti contoh para sahabat Nabi kaya raya banyak berderma hartanya atau Ummul Mukminin yang bukan cuma sedekang segenggam gandum toh.

Standar SUKSES beda, yaudah gak apa-apa kan ? Seberapapun perbedaannya, yang bertanggung jawab atas sukses itu ya kita sendiri. Asal tau semua berhak meraih sukses menurut STANDAR dia sendiri, ya udah engga usah ribut orang kelihatan engga injak bumi atau neko-neko, karena standar suksesnya dia lebih tinggi aja. So what gituloh :-)

Mau ninggiin STANDAR ? DISINI bisa kok ;)

Category: idea, iseng  2 Comments
Percy Jackson And The Lighting Thief

Belum lama ini nonton Film yang sedikit agak terlalu imajinatif sebenarnya. Percy Jackson And The Lighting Thief. Sebuah khayalan atau apalah saya bukan pengamat perfilm-an ya hehe…

Hanya saja setiap kali nonton, mau yang dewasa romantis, pake kungfu-kungfuan, anak-anak banget, ABG banget tetep ya pasti dalam sebuah Film ada sesuatu yang bisa ditarik pelajaran entah itu bermanfaat buat .. hmm.. ya kalo drama romantis pastilah buat meningkatkan sisi keromantisan atau jurus-jurus lain atau memperdalam pengetahuan apa kek gitulah ya :p

Atau film anak-anak banget sekalipun, pasti pesan kehidupannya ada kalo aja nontonya dipakein hati juga bukan hanya mata he..he..

Begitu juga dengan Percy Jackson AndaThe Lighting Thief ini. Sebuah film remaja karena memang nemenin anak yang sedang remaja nonton malam itu. Ceritanya agak dewa-dewian. Dewa petirlah, dewa laut, dewa angin, dewi kebijaksanaan dengan nama-nama sebutan aslinya saya ga ‘ngeh itu misalnya Peseidon alias Dewa laut, lainnya lupa maklum kemampuan menghapal sudah sangat menurun sepertinya ini :-)

Ada beberapa kalimat dalam banget yang saya bisa ambil hikmahnya dan tentu ga jauh-jauh dikaitkan dengan BISNIS dong ya hihi..

Si ganteng Percy Jackson ( diperankan Logan Lerman, idih ganteng banget kayak anak saya :p) yang masuk ke lingkungan perkemahan para putra-putri setengah dewa dewi itu. Singkat cerita Percy Jackson menang 1 kali dalam tarung dengan seorang yang hmm…. ngetoplah disana, wanita setengah dewi bernama Annabeth ( ini cewek cantik banget asli  cantiiiikkk, ckckckc diperankan Alexandra Daddario ).

Mencapai kemenangan ? Bangga dong ? Pastilah…

Berbekal kemenangan mutlak dalam pertarungan pedang dengan Annabeth, dengan PD-nya Percy Jackson berniat pergi sendiri membebaskan ibunya yang sedang dalam tawanan. Menolak ditemani pelindung junior  si Grover yang ajaib berkaki setengah keledai .. duuuh ini film lucu-lucu ajaib, dan juga menolak didampingi Annabeth.

Secuil pelajaran menarik bagi saya keluar dari Annabeth ketika Percy Jacson menolak ditemani : ” Kamu boleh merasa hebat dengan menang tarung 1 kali, tapi setidaknya kamu pasti butuh pengalaman saya yang sudah menang bertarung ratusan kali “…

Glek…

Tau kata sombong ?

Terkadang kita lupa segalanya ketika kita  merasa di puncak kemenangan, yakan ? Berhenti belajar, berhenti menimba ilmu dari orang lain bahkan cenderung menganggap enteng orang lain. Ibarat istilah gelas sudah kepenuhan airnya. Ya sulit diisi lagi, full deh ilmunya dah mentok dong :-)

Saya jadi paham posisi seorang Ibu bisnis seperti kedudukan Nadia M. Yuniardo atau Nenek Sotya Dewati atau nenek buyut saya Meuthia Rizki bagi karir saya saat ini juga masa akan datang Insya Allah ya.

Saat ini karir saya sebagai seorang GOLD Director, telah menciptakan 2 orang Director di bisnis ini dan lumayan juga perjalanan menjalani bisnis selama 2 tahun. Penolakannya, iyaaa…   Masalah komunikasi dengan bahan bakunya bisnis ini yang manusia dengan berbagai karakter dan latar belakang, bukan hal mudah, iya banget saya lewati dan yaaahh fine-fine aja sih kalo mau dikatagorikan bukan yang gagal mengelola emosi hehehe :D

Mayan ya 2 tahun, lika likunya…

Tapi banding ibu, nenek dan nenek butut saya di atas, pasti ga ada apa-apanya :-)

Kalo saya mengalami 1000 penolakan, mereka pasti beratus kali lipat dari penolakan yang saya alami. Kalau mereka pernah sedikit beda pemahaman dan beda jalan melihat VISI yang sama, saya jauuuuh lebih sedikit mengalaminya, jadi blom apa-apanya gituloooh maksudnya.

Kenapa sih ga mau merendah untuk terus didampingi sama yang udah pengalaman ? Seperti Percy Jackson menolak didampingi Annabeth ?

Disini saya berdiri eh duduk ding kan nulis ya hihi.. Kalau saat ini udah atau baru Gold Director, deuh terlalu sombong rasanya menolak didampingi Diamond Director kualifikasi Senior Diamond dong ya *ngumpet* .. Pantas malu hehehe :-)

Yang lain yang menarik adalah ketika Peseidon ketemuan tuh dengan anak setengah dewanya hasil hubungan cintanya dengan wanita yang manusia, ya si Percy Jackson ini hasilnya. Di dunia Dewa Dewi rupanya mereka itu gaul juga hahaha… Kadang turun ke bumi ( ngedugem kali yah) dan ada hubungan dengan wanita yang manusia. Hasilnya adalah anak setengah dewa.

Karena mengganggu stabilitas pekerjaan para dewa dewi kalo mereka terus menemani anak dan istrinya di bumi, keluarlah aturan mereka harus meninggalkan anak atau istri atau suami yang manusia ini kembali ke dunia dewa dewi.

Kejadiannya di Percy Jackson marah karena sang ayah si Peseidon alias Dewa Laut ini yang rasanya sih tidak bertanggung jawab padanya dan ibunya tuh. Sedikit rayuan seorang ayah tapi cukup dalam penuh arti sih gini : “  Hanya karena tidak tampak, bukan berarti dia tidak ada “

Maksudnya ngerti tak nih ?

Si ayah yang Dewa laut ini meninggalkan Percy Jacson sejak usia 7 bulan. Selama perjalanan kehidupan Percy Jackson, ayahnya tak pernah tampak dan Percy tidak pernah mengenal sosoknya. Tapi Percy Jackson selalu dalam pandangan sang ayah, perlindungan dan pengawasannya, gitu..

Balik lagi ke BISNIS kan ya qeqeqe

Kalo ini sedikit mau ngeles hahahaha *ampun* deh, karena mau gak mau juga saya adalah seorang ibu bisnis bagi orang setelah saya kan ?

Seorang ibu bisnis kan anaknya banyak yah ? Kadang beberapa hilang dalam pandangannya, bisa jadi karena kesibukannya sang ibu. Maklum, dia bukan cuma punya bISNIS-nya aja, dia ibu dari anak benerannya, istri dari suaminya, dia bagian dari pergaulan sosialnya, lingkup keagamaannya, keluarga besarnya juga. urusannya bejubel, menuhin sel-sel otaknya. Ini adalah pemahaman saya pada ibu BISNIS saya loh, ibu Nadia M. yuniardo … walo juga ada pada posisi yang sama untuk semua anak-anak bisnis saya.

Kadang mungkin saya merasa hilang dari pandangan seorang Nadia M Yuniardo. Ya gak bisa menyalahkan si ibu juga sebab sayapun menghilang dari pandangannya, tidak menjalin komunikasi dengannya, sibuk sendiri atau yang lebih tragis adalah “keminter” sendiri :-(

Begitu juga mungkin anak-anak bisnis saya merasa hilang dari pandangan ibu bisnisnya yaitu saya. Bisa karena jarak kota yang jauh. Bisa karena jarang telponan. Bisa karena sibuk engga sempat buka email. Bisa  karena messeger yang mati. Banyak hal deh yang kelihatannya bisa membuat kita berkesimpulan ” tidak dipedulikan ”

Yaaaa… bukan  ngeles sih ya kalo saya sebagai ibu bisnis teman-teman hehe…

Saya akan bilang seperti Peseidon deh : ” Hanya karena tidak kelihatan, bukan berari  saya tidak ada “ yaaaaa hihii

Maapin deh kalo sampe engga keliatan, dicari dong ah hihi

Mau rasakan aura Peseidon bilang gitu ? Nonton deh filmnya langsung ya :p

Atau mau langsung membangun BISNIS bareng, ya udah disini deh http://daftar.noeloe.net ya ;)

Category: business, idea  One Comment