Selalu ada celah untuk belajar. Walau dari obrolan yang tampaknya sangat ringan dan santai…
Sabtu 20 Maret 2010..
Menghilangkan lelah sehabis support big event Maret Oriflame dan dBC Network, saya duduk di ruang pojok sang resepsionis Oriflame di kantor Bulungan.
James Benjamin …
Saya lupa apa bener begini namanya
… Kalo baca, mohon diberi ampun jika salah pak. Saya biasa memanggilnya Ben. Kami ngobrol santai seputaran aktivitas Ben di dunia MC. Dan ternyata, untuk mendukung ke-MC-an Ben, ternyata Ben merasa perlu bisa menyanyi juga.
Saya tertarik menguji suaranya dan memintanya bernyayi saat itu. Wedeeeeww… Suaranya mantaff man ! Bagus banget. Suara kayak seriosa gitu naik turun dengan nada yg jelas, hallah sok tau mana nada jelas mana engga jelas ya hahaha ….
Kesimpulanya bagus deh suaranya Benjamin. TOP BGT
Dasarnya suka jahil pengen tau, persoalan suara bagus belum pantas ditinggalkan. Saya bertanya apakah Ben berlatih untuk kualitas suaranya ? Jawabnya : IYA tentu latihan, terlepas memang di gereja suka menyanyi.
Ngobrol panjang lebar akhirnya, hanya soal membuat kualitas suara yang bagus. Dan kesimpulan yang saya bisa pelajari dari obrolan itu adalah talenta atau bakat ternyata tidak berperan sangat dominan pada keberhasilan seseorang.
Kalau ada orang dapat anugrah suara bagus, belum tentu akan menonjol di bidang tarik suara bila tidak dilatih dengan baik. Sebaliknya, yang suaranya biasa-biasa saja, bisa sangat berkualitas dengan latihan teratur.
Begitu juga Ben belajar dan kembali lagi pada bisnis Oriflame yang ehemm.. cukup lama ditinggalkannya. Selain karena kesibukannya ngemsi, kini Ben tau bahwa bisnis Oriflamenya hanya butuh dikerjakan tiap hari secara konsisten. Lama-lama akan jadi jagoan sendiri.
Dan sayapun berpendapat yang sama dengan Ben. Kalau saat ini berasa lentur saja melakukan bisnis saya, ya jelaslah masa 2 tahun sepertinya cukup untuk membuat saya “mahir” melakukan hal-hal yang membuat saya sampai pasa titik sekarang. Belum merasa mahir untuk melangkah ke titik selanjutnya tentu yaaa, makanya terus mengerjakan. Leadership tetap terus butuh ditingkatkan, cara komunikasi tentu makin perlu di asah, soal teknis juga ga kalah pentingnya.
Berasa tidak mendapat anugrah talenta khusus untuk dunia keonlinan, lalu kenapa ? Latihan dan melakukannya sendiri lama-lama kita merasa kok bahwa talenta itu tidak diperlukan sama sekali di bisnis ini. Saya lebih merasa, dari dalam diri cuma ada 2 kata : MAU atau ENGGAK ??
MAU ? Ya kesini aja ya http://daftar.noeloe.net