Katika Aku Ingin Bersembunyi
Entah apa sebabnya hari ini engga enak body. Badan kedinginan tapi terasa hangat bahkan cenderung panas.. demam :-( Hari akhir bulan yang biasanya saya selalu bersemangat bahkan badan sama sekali "haram" terasa lelah. Untuk mensupport jaringan bisnis saya. Sayangnya hari ini betul-betul terasa lemas, berselimut di siang bolong, kedinginan. Ada rasa ingin lari dari hari ini atau juga esok-esok...
20 Agustus 2010
Beberapa bulan menunggu keputusan, dag .. dig... dug ... Padahal siapa juga yang mau di mutasi ke Singapura ? Kenapa saya ikut-ikutan gugup ? Jelaslah, ada kaitan dengan aktivitas pribadi soalnya, BISNIS saya yang sudah saya kerjakan sejak Feb 2008. Kaitan juga dengan jauh dari anak yang sudah masuk ke asrama setingkat pendidikan SMA dia dan juga keluarga besar. Rasanya.. hmm.... gamang bene...

Kalah, Menang, Indah

Posted By: noeloe on September 11, 2009 in books - Comments: No Comments »

Ini juga terinspirasi dari salah satu bab bukunya Gede Prama….

Entah dari kapan masanya dan darimana asalnya, manusia hidup dengan tema memburu kemenangan, mencampakkan kekalahan. Banyak kita temukan dimana-mana, manusia mengakhiri masa kekhalifahannya di dunia hanya karena kalah. Karena dalam pikirannya, hal yang melekat pada sebuah kata kekalahan itu sudah pasti : jelek dan hina.

Sayangnya berbagai instansi juga ikutan menyumbang image buruk sebuah kekalahan. Sekolah dimana masa depan seseorang disiapkan, memulainya dengan program juara kelas ikut memperkuat keyakinan bahwa kekalahan itu sebuah musibah. Kantor dimana kita bekerja tak lepas dari sikut sana sini, semua mau jadi juaranyaaa…. (maap bukan lagu :-) ) Lebih lagi di dunia politik, kalah PEMILU benar-benar menjadi kiamat mini.

Namun kalah itu juga indah ternyata…

Bila sebuah kemenangan bagaikan padi bagi petani, ikan bagi kalangan nelayan, energi bagi saya yang pelaku bisnis, kemenangan membuat kehidupan saya berputar.

Kemenangan pemberi semangat agar manusia tidak kelelahan. Namun seberapapun energi atau semangat manusia, bila putaran waktunya menerima kekalahan, siapa yang bisa menolaknya ??

Kerananya seorang yang bijaksana melatih diri untuk tetap tersenyum di depan kemenangan atau kekalahannya.

Membaca bab ini saya bagaikan membaca wajah para leaders saya di bisnis ini. Senyum aja terus walau rekan-rekan bisnis dalam jaringannya, anak-anak polos yang baru masuk tidak pernah tahu kekalahan-kekalahan yang pernah dilewatinya, gelombang-gelombang yang harus dilaluinya terkadang membuatnya siap untuk menyetujui kekalahan kalau memang itu waktunya. Bravo untuk para leaders …

Leaders bijaksana ? Sedang pada latihaaaaannn jugak qeqeqe….

Mengusung tropi kemenangan itu indah. Dihormati karena kemenangan itu luarbisa memikat. Namun tersenyum di depan kekalahan, hanya orang yang pandangannya mendalam dapat melakukannya.

Ibarat gunung, pemenang itu serupa batu-batu di puncak gunung. Mereka tidak akan ada di puncak kalau tidak ada batu-batu di dasar atau lereng gunung (baca : orang yang kalah). Jadi sebenarnya, kekalahan adalah sebuah kebaikan bagi orang yang menang.

Para penutur bijak mengatakan, kekalahan lebih memuliakan dibandingkan kemenangan. Terutama dalam kekalahan, manusia sedang dilatih, dicoba, dihaluskan. Kekalahan berfungsi sebagai ampelas yang menghaluskan kayu menjadi patung yang indah. Serupa belati yang melukai bambu untuk dijadikan seruling yang akan mewakili keindahan nada.

Kesabaran, kerendah hatian, ketulusan, keikhlasan rupanya adalah kualitas-kualitas yang sedang dibuka oleh kekalahan.

Kalau saya memahami bab kekalahan ini bisa jadi *proses* enggak enaknya kita menjalani sesuatu adalah kekalahan itu juga. Kalau saya tentu proses membangun bisnis saya dong ya secara sudah tidak mungkin mengartikannya *proses* naik jabaatn di kantor saya dulu yang kini telah saya sampaikan ucapan bye bye… hehehe ….

Dalam proses bisnis saya pun, kekalahan-kekalahan itu terjadi. Mungkin ada yang merasa saya masih berhutang jawaban atas permintaan ini : sharing dong mba, jangan cuma yang enaknya aja yang di kasih tau huehuehue…..

Kapan ya saya pernah bilang bisnis ini enak semua, uangnya juga banyak reward lainnya tanpa ada belati-belati yang menusuk ulu hati (hallah lebay hihi) atau bagai bambu yang sedang dibuat sebuah seruling. Dalam perumpamaanya pak Gede Prama.

Atauuuuu…

Tidak tau merasakan kasarnya ampelas menggosok kulit untuk membuat saya lebih halus bagaikan hasil akhir patung cantik yang diinginkan sang maestro, ciiiyeeehhh….

Merasakan kekalahan telak yang benar-benar saya rasakan sebagai kekalahan saya mencapai target Saphire di Desember 2009 sebagaimana blue print bisnis saya dan mentargetkan income minimal 20 Juta /bulan  (maunya net udah potong pajak hahaha…) untuk mulai menabung banyak impian saya di depan sana salah satunya beli tanah pelan-pelan untuk NP-F, adalah hal yang bisa saya sharing bahwa kita harus siap untuk itu. Ini sebuah kekalahan yang sebenarnya bagi saya lhoooo… ihik…ihik…..

Dimana saja kita berada, saatnya harus merasakan kekalahan itu, tidak akan ada yang bisa menolaknya. Demikian sebaliknya bukan ? Jadi enjoy sajalah … Di bisnis ini atau bukan, proses itu tetap ada dan itu kan membuat kita jauh lebih mulus :-)

Old friends pass away..

New friends appear..

But….

The most important thing is …

……………make it meaningfull

Jarang ada manusia bisa mengukir makna mendalam dari sebuah kemenangan. Terutama sebabnya karena kemenangan mudah sekali membuat manusia tergelincir dan lupa diri.

Banyak karya spektakuler terlahir di tengah kesedihan. Sebagai contoh Dalai Lama menerima hadiah nobel perdamaian sekaligus sebagai warga kelas satu oleh senat AS, setelah melewati banyak kesedihan dan kekalahan selama puluhan tahun di pangasingan.

Mengukir makna kekalahan memang tidak sama seperti mengukir patung. Dalam setiap konstruksi makna terjadi interaksi dinamis antara realita sebagaimana apa adanya & kebiasaan seseorang untuk mengerti.

Yang biasa mengerti dalam perspektif tidak puas, serba kurang, menuntut selalu lebih, menyalahkan orang lain, ‘tidak tahu berterimakasih’, akan melihat kehidupan dan siapapun manusia di sekitarnya tidak menyenangkan. Jelek aja yang dilihat.

Sebaliknya, yang sanggup melatih diri untuk bersukur, tau berterima kasih, ikhlas, tulus akan lebih banyak melihat wajah indah kehidupan.

Pilih mana ?

Menang atau kalah ?

Tergantung lagi bagaimana kita meresponnya untuk tetap selalu melihat indahnya dunia :-)

Sukses untuk anda !

(hihi Mr. Ted Boman mode on)

Leave a Reply

Arsip Tulisan