Katika Aku Ingin Bersembunyi
Entah apa sebabnya hari ini engga enak body. Badan kedinginan tapi terasa hangat bahkan cenderung panas.. demam :-( Hari akhir bulan yang biasanya saya selalu bersemangat bahkan badan sama sekali "haram" terasa lelah. Untuk mensupport jaringan bisnis saya. Sayangnya hari ini betul-betul terasa lemas, berselimut di siang bolong, kedinginan. Ada rasa ingin lari dari hari ini atau juga esok-esok...
20 Agustus 2010
Beberapa bulan menunggu keputusan, dag .. dig... dug ... Padahal siapa juga yang mau di mutasi ke Singapura ? Kenapa saya ikut-ikutan gugup ? Jelaslah, ada kaitan dengan aktivitas pribadi soalnya, BISNIS saya yang sudah saya kerjakan sejak Feb 2008. Kaitan juga dengan jauh dari anak yang sudah masuk ke asrama setingkat pendidikan SMA dia dan juga keluarga besar. Rasanya.. hmm.... gamang bene...

Walau Hanya …

Posted By: noeloe on August 31, 2009 in books, business - Comments: No Comments »

Hari ini 31 Agustus 2009 …

Waktunya me-review target per semester bisnis saya.

Inget banget di Januari 2009 saat mencapai peringkat Director, yang sesuai banget dengan rencana saya di atas kertas, mulus tanpa banyak krikil kalopun ada krikilnya gak tajem-tajem amatlah hiks…

Saat pencapaian peringkat Director itu pula saya membuat target peringkat baru untuk tahun 2009. Peringkat apaan tuh ? hehe…. SAPHIRE DIRECTOR di akhir 2009. YESS ! Saphire beneran bukan hanya kualifikasi. Artinya, harusnya Agustus ini saya sudah memasuki kualifikasi Saphire Director itu *sedih* dikit tapi tetap tersenyuuuumm :D

Dengan mapping group yang dibuat layaknya seorang penganalisa handal qeqeqee, dengan kerjanya yang akan direncanakan bgini bgono, saya siap menjalankan apa yang sudah jadi target 2009. Siap dengan kerjanya, siap dengan komitment dan disiplin yang tinggi. Tapi ternyata ada variabel lain diluar soal urusan mau kerja dan disiplin itu hehehe… What ? My personality. “My” ya not “your” loh ini kan review untuk bisnis saya sendiri :-)

Hari ini di penghujung bulan limit dimana target kualifikasi itu harus selesai. Tapi apa yang terjadi ? Allah menghadiahi saya “hanya” sebuah grup mandiri yang membuat saya “hanya” memasuki kualifikasi peringkat GOLD DIRECTOR. 2 pringakat di bawah target saya. Alhamdulillah…

Lho kok Alhamdulillah gak mencapai target ? ha..ha…ha…. Ada dilingkungan orang-orang yang selalu positip, sangat sulit untuk melihat apa yang saya terima hari ini adalah sebuah berita buruk. Alhamdulillah lagi hehehe… Trimaksih untuk uppline-upline saya yang luarbiasa, yang selalu menyalurkan energy positipnya : Mba Meuthia Rizky, Sotya Dewati & Nadia M. Yuniardo. Trimaksih untuk grup Zulfa Nitasari yang sudah membawa saya masuk ke kualifikasi ini sejak tangal 29 Agustus lalu.

Kembali ke “hanya” mencapai kualifikasi Gold Director alias jauh dari target Saphire Director, bukan enggak sedih sih. Ada sisi lain yang Allah minta saya untuk merenung kembali, berfikir, kenapa “hanya” ini yang Allah beri ??

Hmmm… mencapai kualifikasi ini jauh sedikit banyak tantangannya. Krikilnya bisa dibilang agak lebih tajam-tajam, hiks…

Merasa wajar makin tinggi makin kencang anginnya, YESS OK. Ada pelajaran yang saya bisa tarik bahwa secara personality seorang leader, ini adalah tahap dimana saya benar-benar lagi di-plonco, di-godog, diaduk-aduk dan harus mau berdamai baik dengan hati sendiri ataupun variable-variabel diluar diri yang asli gak bisa saya yang kendalikan. Tapi yang benar adalah, saya yang harus mengendalikan diri sendiri. Dan terbukti, yes dia bekerja.

Dan Allah memutuskan, untuk kualitas seperti saya hari ini, mohon maaf, peringkat yang pantas menjadi tanggung jawab saya memang “hanya” masih sebagai seorang yang berkualifikasi Gold Director bukan Saphire Director.

Artinya apa ? Tentu mengasah diri jauh lebih baik untuk bisa menjinakkan angin-angin di atas sana sebaga peringkat lebih tinggi masih perlu diasah. Terpenting dari yang penting tentunya angin dari dalam diri sendiri. Mengendalikan diri sendiri. Gak perlu menyalahkan kondisi stok kosong, leader-leader yang sulit diajak komunikasi bahkan tak ada komunikasi sama sekali karena urusannya juga bukan hanya urusan ini, gak mau kerjasama, mau jalan sendiri bahkan membuat system sendiri hihihi *banyak sih* pake system sendiri :p

Tapi terbaik dari hal yang baik untuk pantas saya lakukan hanyalah mencari berjuta alasan untuk variable-variabel diluar diri saya kenapa demikian.

Untungnya inspirasi tambahan dari Mr. Andreas dari pihak Management Oriflame, yang mengontrol banget hasil kerja saya yang sudah di set awal bulan lalu. Tanpa saya yang datang ke beliu, dengan rendah hati sekali beliau datang ke saya, menemui saya di ruang trening hari Sabtu lalu dan tanya hasil akhir Agustus ini.

Lebih sejam kami ngobrol di atas, setelah beliu tau bahwa saya mencapai kualifikasi Gold Director ini dalam waktu 18 bulan dan saya sedikit mengernyitkan kening sambil tanya : “ Lama banget ya pak ?? “

Dan jawaban yang realistis sekali darinya dengan bahasa Indonesianya yang bagus banget : “ Nurul, saya enggak bisa bilang itu lama or cefaaat. Setiap orang punya prioritas hidupnya masing-masing. Ada orang mau dan berhasil mencapai peringkat Diamond dalam waktu kamu mencapai peringkat kualifikasi Gold 18 bulan, ada yang dalam waktu 2 tahun, 3 tahun, bahkan 10 tahun baru Diamond. Kamu bisa lebih cepat dari 18 bulan kalu prioritas kamu hanya ini, tutup mata telinga kanan kiri. Jalan lempeng. Meninggalkan anak dan keluarga kamu untuk “hanya” ini. Meninggalkan pergaulan sosial, main-main kamu. Jadi saya gak bisa bilang cepat or lambat, baik or buruk. Semua orang tau prioritasnya masing-masing ”

Duh jawaban yang cukup membuat damai. Jadi ada pembelaan hahaha…ya urusan saya bukan hanya bisnis tapi juga keluarga, anak dan suami, teman-teman, agama dan sosial saya pun harus tetap berjalan seimbang dan tetap pada prioritasnya masing-masing kan mister hihihii *adeeeemm*

Tambahan lagi dari pak Andreas bilang : “ Seperti seorang Nadia yang tidak berangkat ke Roma dan artinya mengabaikan 2 tiketnya ke Roma, banyak orang menyayangkan tapi saya tidak demikian. Bagi Nadia, bersama anak-anaknya adalah prioritasnya. Jadi itu terserah masing-masing anda. Semua baik selama itu sesuai prioritas kamu “

Realistis sekali…

Dari obrolan itu saya dapat pointnya bahwa kalau saya mau tentu akan terjadi. Mau bukan berarti hanya sekedar bilang mau lalu terjadi sih, mau artinya saya memang benar-benar menguasai sistemnya, melakukannya dengan baik secara konsisten termasuk di dalamnya mengasah kepribadian seorang leader yang tentu gak bisa lepas dari urusan membangun grup-grup manusia yang berbagai tipe, latar belakang pendidikan, budaya, gaya komunikasi yang berbeda.

Kalau hari ini Allah menganugrahakan saya “hanya” kualifikasi Gold Director ini, tentu “MAU” nya saya untuk belajar, melakukan, berdamai dengan jedar-jedur yang mengocok esmosi hehehe….. ya “hanya” selevel ini.

Jadi ?

Alhamdulillah Allah memberi pelajaran walau dengan “hanya”. Dimana saya bisa lebih mahfum, “kenapa” ?? Lalu Insya Allah lebih baik di depan sana. Bukan hanya saya ingin sukses tapi semua orang yang pernah saya janjikan sukses, tetap rendah hati menggandeng partner tanpa pernah meninggalkankan mereka walau butir-butir sukses itu masih seperti kecambah berakar ke bawah, walau juga karenanya saya harus jungkir balik menata hati. Dan itu justru sarat makna, sarat pelajarannya :-)

Saya memilih jujur pada diri sendiri, siapa dan bagaimana saya ? Bukan menghakimi pihak luar bgini bgono yang membuat kelihatan seperti kerikil dimata saya ketika menjalani prosesnya, kondisi diluar kendali yang bisa jadi alasan kegagalan pencapaian target. Saya memilih : Lebih baik saya melihat orang yang ada dalam cermin saya ketika saya berkaca, dialah yang paling bertanggung jawab atas apapun yang terjadi hari ini ! :-)

Leave a Reply

Arsip Tulisan