Merenung pada sebuah kata “HARAPAN”
Hari ini saya belajar sesuatu yang sangat penuh makna. Di acara d’BISTRO, yang memang kaitan sama urusan bisnis, ternyata di dalamnya saya tidak hanya menemukan pelajaran bisnis. Tidak hanya belajar tentang semangat, fokus, persisten, konsisten, teamwork…bla..bla…yang berbau-bau bisnis dan keuntungan secara fisik yang dapat dihitung dengan nilai rupiah ataupun EURO :p
Ada makna kehidupan yang bisa saya petik hikmahnya dari perjalanan bisnis teman-teman dalam lingkungan bisnis ini. Sebuah keuntungan yang mungkin tidak biasa masuk dalam list yang sering disebut keuntungan bisnis online yang saat ini saya tekuni.
Ada yang bilang saya cukup tegar hehe… Jarang kelihatan menangis, terkocok emosi sedihnya di atas panggung baik mendengar recognisi kesuksesan orang lain ataupun recognisi pencapaian peringkat saya pribadi. Biasa saja, hanya sebuah proses kehidupan dalam mencapai kesuksesan. Keras hatikah saya ? Sepertinya sih tidak ya, takaran lembut hati sepertinya bukan itu deh hiks *bela diri*. Bisa jadi karena perjalanannya begitu saya nikmati sebagai sebuah kenikmatan, tanpa beban, santai, tidak menggambarkan sesuatu effort yang luarbiasa makan tenaga, pikiran apalagi makan hati. Enjoy saja tuh hehehe….kalo mau nangis benernya tuh masa ngantoran dulu, menyedihkan sekalle pergi pagi pulang petang hasil ngepas, anak keteteran, bikin ibu pusing bolak-balik Lampung-Jakarta kalo anak sakit atau si mbak pulkam duh…
Bisa jadi juga karena airmata saya telah kering *hallah* , atau saya pandai menempatkan rasa sedih pada porsi yang sewajarnya saya harus bersedih jieeeeeeee…..Atauuuuu, banyak hal menjengkelkan jadi tidak keliatan karena begitu sibuknya dengan orang-orang yang jauh lebih menyenangkan. Lebih banyak waktu fokus dengan hal-hal positip ketimbang berdebat dengan para negatipers hiks… Sedikit bela diri, maap yah karena jarang kelihatan nangis gitulooo, tapi ada koq yang tau saya pernah nangis banyak-banyak :p
Apapun yang lalu telah terjadi, yang sangat jarang sukses membuat saya menangis, tapi beda dengan hari ini. Ada sesuatu yang membuat saya merenung pada sebuah kata harapan itu tadi. Namun harapan yang nyaris pupus, tapi Allah memberi kesempatan luarbiasa. Kembali mengingatkan saya pada kekuatan Allah, sebuah kata “jadilah maka jadilah” atau TIDAK bila Allah berkehendak TIDAK. Mengingatkan saya pada nilai kata PERJUANGAN mencapai kebaikan yang maksimal tanpa perlu pusing memikirkan balasan Allah nantinya. Apalagi balasan manusia yang tanpa daya
Tulisan ini tentang seseorang yang telah membuat saya bisa menitikkan airmata tadi, di pojok belakang kanan sambil ngontrol musik dan lighting panggung, memandanginya sedang di recognisi sebagai new Senior Manager. Tercekat, rasa bangga yang membuncah mendengarnya bicara terbata-bata. Tanpa tau kenapa sebabnya saya bisa ikutan merasakan apa yang dia rasa dari atas panggung itu.
Ketika tau cerita “dia” menyadari harapannya hanya sejengkal atas sebuah prediksi, saya bisa merasakan sedihnya yang begitu dalam. Ketika hari ini saya melihatnya menjadi seseorang dan telah melampau batas harapan sejengkal yang diprediksi, saya bisa merasakan kekuasaan Allah ada disana, diluar batas kemampuan manusia. Prediksi tinggal prediksi….
Kalau saya mau me-riview pelajaran yang sebenarnya terkait urusan rohani buat saya ini ke urusan bisnis lagi..lagi…bisnis hehe….maap yah abis itu kerjaannya sih
Sering saya membuat prediksi, peta bisnis, blueprint kesuksesan. Merasa biasa dengan sebuah target meskipun itu butuh konsekwensi tinggi atas komitmen saya, segala jenis management yang apik dan wokeh hehe….. Cukup simpel sebenarnya dari pelajaran orang spesial itu, bahwa saya hanya butuh sebuah keyakinan bahwa saya sudah melakukan hal terbaik atas kemampuan Allah berikan ke saya hari ini. Dengan kelebihan atau kekurangan yang saya miliki hari ini. Cukup saya membuat yakin diri sendiri bahwa saya tidak membuang hari begitu saja lewat tanpa sesuatu yang memberi arti baik untuk diri sendiri atau orang lain. Selebihnya ??? Biarkan Allah yang akan menentukan dimana titik kesuksesan itu akan ada
Bagaimana dengan anda ? Yakinkah kita dengan tingkat kemaksimalan yang telah kita kerjakan, dengan kemaksimalan hari kita yang terpakai dengan sesuatu yang positip dan maksimal untuk apapun yang menjadi harapan kita ? Kadang kalo mau jujur, harapan membuncah, yang dilakoni standar, ketika gagal menyalahkan pihak lain. Menyalahkan sistem, orang sebelum atau orang belakangan, waktu, ataupun kondisi lainnya. Jujur deh, saya juga gitu koq *kadang-kadang*
) namanya juga manusiaaaaa…..
Thanks buat si “dia” yang meminta blog ini di apdet. Sukses untuk anda