-
Sok Sibuk :-)
(0)Kadangkala kita merasa, diri kita sudah bekerja paling keras. Paling sibuk dan enggak mungkin lagi membagi waktu untuk urusan rutin yang telah di plot.
Saya belajar kembali, menata management waktu saya dengan belajar dari anak, cucu dan cicit dalam group saya di Oriflame kemarin. Saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa, full waktu di rumah. Memang sih hari-hari terjadwal jelas dari jam ke jam untuk pekerjaan fleksibel pilihan saat ini di dunia online dBC Network. Tapi jujur aja, saya tidak sehebat mereka dengan segudang aktivitas wajibnya di rumah tangga, kantor, di masyarakatnya, nambah lagi membangun bisnis mereka di Oriflame dengan komit.
Mereka orang-orang yang enggak kebanyakan alasan. Gak sok sibuk meskipun beneran sibuk, enggak makan gengsi, gak kenyang soalnya ya heheh.. Naik bis atau bawa motor sepulang kerja, rumahnya jauh-jauh ternyata. Saya sih enggak tau peta, jadi selama ini saya biasa aja setiap mereka muncul di Bulungan. Untung suami yang makanannya peta, tau bahwa ternyata rumah mereka itu jauuuuuuuuuuuh …..
Dia kagum banget sama anak, cucu dan cicit saya itu mau menyempatkan diri hadir di training Bulungan, padahal pulang kantor. Belum lagi harus bawa motor pulang ke daerah itu pastinya minimal 2 jam. Atau naik bis umum. Perempuan, sendirian, sudah menjelang Magrib waktu itu soalnya kami ngemper makan sate dulu
Posisi Bulungan itu di Blok M Jakarta Selatan. Ada yang kerja di Tanjung Priok naik bis, ada yang dari daerah Kota. Rumah ada di daerah Cakung, Grogol, juga Tangerang arah Bandara. Jujur aja gak kebayang nih, tapi kata suami sih itu suer jauh dari Blok M. Kamu dari Cibubur mah deket, dianterin suami lagi, hik..hik..Kadang memang saya sok sibuk sih…
Kalo udah melihat kenyataan di luaran sana, kadang kita merasa sudah bekerja begitu kerasnya, begitu cepat dan hebatnya. Ternyata jangan salah, orang-orang diluaran sana bergerak lebih cepat dan berjuang lebih keras. Kadang kita melihat diri kita sudah begitu suksesnya dengan waktu dan prestasi kerja kita, ternyata orang di luaran sana memiliki segudang prestasi bukan kanya di 1 bidang kehidupannya. Mereka bisa mengatur sedemikian rupa waktu yang sama dimiliki setiap manusia sejumlah 24 jam. Bedanya, 24 jam ada yang terisi dengan prestasi ada yang terisi basi. Ada yang terisi dengan kerja, kegiatan apapunlah yang positif, ada yang mengisinya hanya dengan tidur siang nurutin malasnya, rumpi atau nonton sinetron tak berbobot isinya, window shopping hemm..
Sebenarnya kalau mau jujur pada diri sendiri, kita tuh bisa menghilangkan semua kendala. Ngilangin semua kemalasan. Membuat komitmen. Belajar fokus. Ngilangin malu apalagi gengsi. Pertanyaan besarnya hanyalah. MAU atau TIDAK.
Teman-teman saya itu memilih jawaban bahwa mereka mau melakukannya. Kalo soal BISA insya allah siapapun kita pasti bisa ya kan ? Apalagi sekedar berangkat dari Cibubur ke Blok M,iiih ternyata gak ada artinya dengan perjuangan mereka hihii..jadi mau malu nih gue








Suara Komentator