Masih dari Seminar Manager Oriflame 2008, pak Anthony Dio Martin sharing demikianlah bunyinya :
======
Belajar dari kesuksesan beberapa orang di dunia ini.
Pertama, Cyntia Venika, Top Leader Oriflame Indonesia. Jadi top leader juga di Oriflame Asia. Jadi diamond di usia 26 tahun, pasti udah ngelewatin masa-masa pahit ditolak prospeknya. Masa dilecehkan menjalani bisnis MLM, hehehe… Tapi cuex aja karena tau dengan jelas VISI-nya. Jadi, bak melukis masa depannya, beliau tinggalkan semua hal yang membuat lukisannya enggak kelar atau coreng-moreng. Terus duduk melukis walo punggung pegel, hasilnya? Ya itu deh jadi top leader dan penghasilannya bukan mayan lagi
Kemudian, Arnold Schwarzenegger si bintang film laga berotot baja, heheh… Berawal dari seorang atlet yang kepingin jadi bintang film. Datang ke Hollywood, dilecehkan. Mereka orang Hollywood gak butuh otot kekar, tapi talenta sebagai actor. Arnold mikir, kalo sehari dia latihan membentuk ototnya selama 6 jam rutin dan dia bisa jadi atlet hebat, Arnold yakin kalo tiap hari dia lakukan latihan acting sama persisten-nya seperti latihan otot, dia yakin akan jadi aktor hebat juga. Daann, terbukti kan? Persisten jadi bagian ACTION Arnold dalam mencapai keinginanya.
Selanjutnya, Tukul Arwana, yang asalnya bukan siapa-siapa, ‘Ndeso dan Katrok, hihii… “Tidak ada sukses yang kebetulan” Perlu terus menggali potensi, terus-menerus berfikir positip, selalu ada di lingkungan positip, kata Tukul.
“Lakukan secara total atau tidak usah sama sekali”... Tukul memasukkan EMOSI dalam melakukan pekerjaannya. Tukul pertama kali datang ke Jakarta mengadu nasib, harus rela “hanya” jadi penari latar lagunya Joshua. Harus rela disiram air, inget ya yang di obok-obok itu. Tukul bayar harganya sampai saat ini dia menjadi salah satu artis terkaya di Indonesia.
Belajar dari orang-orang sukses itu, pak Martin memberi tip sukses yang terdiri dari 4 “SI” :
VISI ?
Punya dulu tujuan ke depan itu apa? Biar kata dalam proses mencapai tujuan ada gonjang-ganjing, tetep enggak akan lepas dari tujuan akhir. Contohnya : Pesawat pas take off kan belum pada posisi aman kan ya? Sering kena badai, pramugari bilang kencangkan sabuk anda. Nah, tapi tujuan pesawat jelas mau kemana, karena apa? kontak terus sama menara tujuan akhir. Nyampe juga akhirnya, hehehe…day dreaming nih gue jadinya ! PIN Senior Gold dulu deh yang dari emas walo tanpa Diamond
IMAGINASI ?
Well, tujuan mau BMW seri terbaru warna IJO ? Imaginasikan BMW itu dalam otak anda. Jangan cuma tulisan “BMW IJO” pake spidol hijau. Gambar !! Penelitian membuktikan bahwa otak kita lebih mudah memvisualisasikan gambar nyata untuk mengirim sinyal ke sel-sel tubuh kita lainnya untuk bergerak mendekati gambaran tersebut. Contoh nyatanya, baru inget kalo Noni si Diamond termuda asal Bali itu karena mau CRV dari Oriflame, dia datang test drive mobil CRV ke showroom. Dia bawa itu mobil sampe ditagih udahan sama staff showroom dia gak mau, lamaaaa banget test drive-nye, hahahahah…dasar anak muda ya
AKSI ?
Mau dapet ini itu ? Kerjanya apa dong ?.. Ya terserah
Lakukan hal beda untuk mendapat hasil yang beda. Kalo hari ini tidur siang itu BMW ga datang-datang, lakukan aksi yang beda dunk ahhh ..!
EMOSI ?
Seperti Tukul mencapai posisinya saat ini, emosinya main kan ya? Menjatuhkan harga diri sebenarnya untuk mau disiram-siram dalam klip lagu Joshua itu, akunya. Tapi itu adalah proses yang harus dia lewati. Kalo udah komit dengan kontrak, apapun akan dia lakukan. Pilihannya hanya, lakukan atau tidak sama sekali !
Pak Anthony Dio Martin fokus pada EMOSI ini dalam tiap seminarnya tentang pencapaian sebuah sukses. Kemarin diputar cuplikan film yang memang menyentuh sekali, sayang judulnya sampai sekarang belum nemu.
Pokoknya gini yang kutangkap pesannya :
Dalam sebuah kesuksesan, ada orang yang berperan di balik kesuksesan itu. Dalam film tersebut, Bill Porter adalah laki-laki cacat (dari fisik sih keliatan susah jalan dan ngomong gagu). Tumbuh jadi pria rendah diri dan tidak yakin pada kemampuannya. Sang ibulah orang di balik kesuksesannya. Memberi support dan meyakinkan kalau Bill dengan keterbatasnnya bisa jadi seorang sales sukses. Sang iu, menyiapkan segala kebutuhan Bill, memasangkannya dasi, menemani Bill interview pekerjaan. Bill ditolak karena alasan fisiknya. Tapi, begitu melihat ibunya menunggu bersandar di mobil, Bill masuk lagi dan memohon pada sang interviewer untuk memberi saja wilayah terburuk yang mana sales lain menolak mengerjakannya. Alhasil, Bill mendapat pekerjaan sales itu dan menyenangkan ibunya. Dari sini emosi sudah ikut bermain nih..
Ibunya mengantar Bill ke lokasi dimana Bill harus menjajakan produk sabun perusahaan dimana dia bekerja. Door to door loh dengan cacat tubuh dan bicaranya, duh mata dah panas aja ngeliatnya
Ditolak, next…ditolak, next… Ada ibu-ibu yang kasihan, Bill diajak masuk, diberi minum. Lumayanlah dihargain gak seperti yang lain masih di pintu aja gak digubris atau langsung ditutup. Tapi begitu Bill selesai presentasi produknya, si ibu mengeluarkan dompet dan membri Bill uang dan menolak membeli barangnya karena gak butuh. Tapi bukan 6 Milyar sih, dikit aja sekedar upah ngomong kali
Tau diapain sama Bill uangnya? Ditolak !! Yup, beda ya sama yang terima suap, hehehe..(apa hubunganya sih?..) Ada hubungannya, Bill punya HARGA DIRI. Salut deh, seorang cacat, kerja keras aja mau, dikasih gratis NO WAY !!
Bill terus berjalan menjajakan barangnya. Siang kecapean, Bill berhenti untuk makan. Membuka bungkusan makanan yang disiapkan ibunya. Setangkup roti. Begitu dibuka, jreeeng…tulisan merah di atas roti dari ibunya—- “PATIENT”. Bill membalik rotinya, terlihat tulisan tinta merah dari ibunya—-“PERSISTENT”. Bill nyengir, dia inget orang yang mendukungnya untuk sukses. CUT.
Sangat emosional. Glek…untung gelap suasana seminar, Noe berkaca-kaca loh..hehehe. Film ini katanya kisah nyata yang diangkat ke layar kaca.
Yang bisa dipetik :
Ingat siapa orang dibalik kesuksesan kita, pasti ada. Ibu? Bapak? Suami? Anak? Aplen? Downline? ..
Sabar dan persisten, Insya Allah sampe tujuan akhir
amin. PIN ituloh…day dreaming
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
Sukses memang butuh waktu dan kerja keras.
Pemerintah dan para ahli penentu kebijakan, kalo belum paham…jangan buat kebijakan dulu…hanya bikin malu saja bila jadi dibikinin peraturan!!!
Upaya bisnis Money Game tidak bisa dicegah dengan komposisi pembagian kue 60% untuk Perusahaan dan 40 % untuk Distributor. Dan modal minimum perusahaan tidak boleh kurang dari 50 M. dan bukan 2 M.
Banyak perusahaan MLM LEGAL DAN BUKAN MONEY DIMANA KOMPOSISI PEMBAGIAN KUENYA MELEBIHI KEBALIKANNYA DARI ATURANNYA DI ATAS…KARENA PERMODALAN MEREKA RATA-RATA DIATAS 100 MILYAR.
Dan untuk produk MLM dengan jenis kebutuhan sehari-hari seharusnya ada aturan pemerintah agar bisa terjangkau oleh sebagain besar masyarakat di Indonesia. Misalnya Produk sabun, pasta gigi, shampo, minyak rambut, wewangian, makanan buat sarapan pagi dll. harganya seharusnya tidak jauh sekali 3 s.d. 4 kali lipat dari harga yang beredar di pasaran konvensiaonal. (ini akan menambah citra buruk masyarakat awam MLM).
APLI SENDIRI jangan norak ach …APLI HARUS ADA kelihatan taringnya donk walau tanpa harus nunjuk GIGI……BILA ADA PERUSAHAAN BERBAJU MLM TAPI DALAM PRAKTEKNYA MENJALANKAN MONEY GAME laporkan kepada Polisi jangan ragu seret saja para Oknumnya ke penjara. Bikin donk komisi pemberantas MONEY GAME….Jadi masyarakat awam ke depannya bila diprosfek MLM tidak lagi takut seperti melihat HANTU.hi…hi…hi…
MLM ADALAH HANTU GENTAYANGAN YANG MENAKUTKAN BAGI MASYARAKAT AWAM….ARTINYA CITRANYA KURANG BAIK DI MASYARAKAT AWAM MLM. DAN KEBALIKANNYA CITRA MLM BAGI PARA NETWOKER (LEADER2 YG PAHAM BERBISNIS MLM NAMANYA TETAP BERKIBAR HARUM DAN SEUMUR HIDUPNYA AKAN SELALU MERINDUKAN DUNIA PERBISNISAN MLM), MAKANYA BISNIS YANG TIDAK ADA MATINYA ADALAH BISNIS MLM…ITU KATA PARA NETWOKER…
waaah……..
tulisan bapak hebat yaaa…….
bennar2 masuk ke jiwa……