Membaca majalah MOTIVATION dengan judul “MLM Tak Bergeming Hadapi Tsunami Financial Dunia” sungguh membuat saya tersenyum lebar sambil berucap syukur atas anugrah diberi kesempatan terjun ke dunia MLM yang bagi sebagian orang seperti hantu di siang bolong. Emang ada ya hantu siang-siang ?
Kita semua pasti tau dunia saat ini kalau dunia punya kepala, sedang pusing tujuh keliling kepalanya memikirkan krisis ekonomi. Dimulai ambruknya perusahaan raksasa Amerika Lehman Brothers dan Washington Mutual (WaMu) berdampak buruk pada perekonomian terutama di negara Eropa.
Dan kini, badai krisis ekonomi sudah mulai terasa di kawasan Asia Tenggara katanya. Masa sih ? Kayaknya harga bawang cabe tomat sama-sama aja ya ha..ha… taunya cuma bisnis cabe sih yak
Maknya ga kepikiran mengakhiri hidup seperti kebanyakan para pengusaha yang mengetahui usahanya bangkrut atau para pelaku saham yang karena permainan sahamnya membuat semua asset ludes atau membuat hutang bertumpuk jumlahnya lalu DEPRESI
Tapi di sisi lain, perusahaan Management dan Investasi terbesar dunia, Merril Lynch dan Capgeminil mengumumkan bahwa di Asia Tenggara jumlah jutawan dollar justru meningkat. Mereka menamakannya High Net Worth Individuals (HNWIs) atau Individu dengan nilai kekayaan bersih sedikitnya mencapai USD 1 Milyar. Banyak orang mencibir data yang dibuat Merril Lynch serta Capgeminil palsu alias bohong. Tapi bagi pebisnis Network Marketing, ini bukan hal bohong !! karena industri MLM setiap tahunnya memang melahirkan jutawan-jutawan dollar baru. Perusahaan dengan sistem MLM sama sekali tak bergeming kendati tsunami finansial melanda saaat ini.
Dunia MLM tetap konsisten menawarkan peluang income yang tinggi. Namun bukan berarti bisa diperoleh dengan mudah juga sih, sebuah kesuksesan pasti perlu diraih dengan kerja keras. Sama saja seperti dunia kerja atau bisnis dimanapun, mau menjadi luarbiasa tentu tidak dengan menjadi karyawan atau pengusaha dengan pola kerja biasa saja. Kalo samapai bisa mencapai posis bagus tanpa kerja keras, ya pastinya pakai cara khusus he..he…
Kesuskesan di dunia MLM bukan datang tiba-tiba dari langit, kata tulisan dalam majalah MOTIVATION ini. tapi iya bener juga sih dengan pengalaman hampir 10 bulan terjun ke dunia MLM hiks…cetek amat ya
Sebetulnya yang menghambat seseorang menjadi jutawan di bisnis MLM, katanya bukan soal KEMAMPUAN. Tapi dilihat dari sikap mentalnya atau istilah lainnya dari sisi MINDSET yang tidak PAS. Jadi bukan karena seseorang TIDAK BISA, hanya karena MINDSET-nya kurang PAS jadinya ya tidak jalan.
Contohnya kata isi majalah : Ketika seseorang melihat sebuah PELUANG, karena MINDSET-nya TIDAK JALAN, maka respon yang muncul adalah : ah susah, gak bisalah, bukan bidang saya, bukan bisnis model saya kayaknya, kurang kompetensi, gengsi, sehingga yang ada lebih banyak PROBLEM ketimbang SOLUSI. Akhirnya kalau ditanya bisa tidak ? pasti jawabnya TIDAK BISA. Jika diberi SOLUSI-pun, kalau MINDSET-nya memang ga kena, ya yang terlihat NEGATIF saja.
Jadi nih setelah membaca rubrik yang dibeli suami saya ini, ya gak heran kalau akhirnya banyak orang mencoba peruntungan di bisnis MLM lalu tidur (kayak yang nulis ini he..he) ya karena MINDSET-nya enggak kena. Setelah kena Insya Allah pasti bangun, cuci muka, minum jamu ITB (Isi Tenaga Baru) dengan baca buku dan literatur, info principal, gaul sama yang memang MINDSET-nya udah kena dan berfikiran POSITIP terus, lalu pemanasan, lari di tempat, sambung lari marathon. Mau sprint juga silakan saja kalo napasnya panjang dan kuat ga pake nyela minum yah
Suatu sore di Head Office Oriflame, Bulungan Jakarta…
Jam menunjukkan pukul 15.30 sore itu. Semerbak wangi minyak telon menyebar di area lobby. Saya celingak-celinguk mencari sumbernya. Oh ternyata…
Di sebuah meja bundar seorang anak kecil laki-laki bertelanjang dada. Si ibu menggosoknya dengan minyak telon lalu “menaburi” talk di sekujur tubuhnya. Wajah ibunya sumringah, wajah anaknya belepotan talk tapi lucuuuu bangets
Kayaknya berasa segar banget itu anak abis “diberesin” sang ibu, lalu… si anak beraksi di area lobby dengan kakak perempuannya, sama juga anak kecil sekitaran 5 atau enam tahun gitu deh. Mereka berdua berlarian di sekitar padatnya para konsultan yang antri di berbagai section. Yang laki-laki kecil iseng banget lagi, itu keranjang belanjaan dikumpulinnya beberapa lalu di tebarnya. Mengganggu yang mau lewat sebenarnya. Saya yang sudah selesai dan tinggal menunggu bis feeder komplek yang akan membawa saya pulang jam 4:30 sore itu, senyum-senyum sendiri di pojokan.
Kebetulan ini hari ibu kan ya, saya mau tunjukkan betapa ibu memang ruarrbiasaa termasuk bisnisnya yang ruarrbiasa ha..ha…
Duh kamera gak bawa lagi, untung masih ada HaPe untuk mengabadiakan kejadian yang di kepala saya mulai mikir-mikir membantah “kenyamanan” yang kata banyak orang menjadi milik saya sehingga dengan mudah bisa menjalankan bisnis he..he…, begini nih beberapa katanya…..
1. Kamu sih enak, anak sudah besar gak perlu ditungguin lagi…(masalahnya mo anak kecil lagi belon dapet-dapet neh
)
2. Kamu sih enak, ada kendaraan jadi bisa mobile kemana-mana..(naik bis juga lagiiii, kadang keujanan naik ojeq koq, secara peritungan bawa boil terus rugi bandar capek kaki karena macet belum bensin he..he…)
3. Kamu sih enak, suami mapan bisa support sana-sini…(andai suamiku tau, dia pasti nyengir sendiri ha..ha..)
Okay, saya cuma membatin, itusih kamu aja bikin alasan wakaka… maap-maap yah kalo ada yang ngerasa bikin alasan begitu hi..hi…
Cuma pengen sharing aja dengan kondisi si ibu itu yang membawa 2 anaknya ikutan bekerja di Bulungan sore itu koq. Oke deh kalo saya dikatakan banyak enaknya, padahal melawan kenyamanan (nyaman boongan sebenernya mah kalo mau pada jujur nih) itu gak kalah perjuangannya lho he..he…
Tapi coba lihat si ibu itu. 2 anak dibawanya, tanpa pembantu, nikmat aja.Gak pake alasan harus nungguin anaknya di rumah karena gak ada pembantu he..he.. salut deh. Kayaknya dikerjain dengan hati tuh, full passion
Jadi anaknya enjoy aja gak ada rewelnya, mainan biar cuma keranjang belanjaan jadi sebuah permainan yang mengasyikan dia. Kebawa aura semangat sang ibu kali ya.

Langsung beraksi dia, muterin lobby mainin keranjang belanjan hi..hi… Liat gak itu di belakang si anak kecil, remaja pakai rok seragam SMA. Duh ya, anak belasan tahun udah ngerti bisnis ? Sebenarnya mereka bisa bikin alasan juga : ” saya gak bisa karena harus belajar terus, ada kewajiban nilai bagus sama ortu “. Tapi kok ? Kenyataannya banyak anak juga gak belajar terus kan kerjanya
Abis puas muter-muter dan berlarian dengan kakanya, kayaknya do’i kecapean. Duduk dia di salah satu kursi, ngobrol deh dengan konsultan lain ha..ha…Kecil-kecil dia sudah mengasah kemampuannya berkomunikasi nih. Insya Allah bakalan jadi kaki DIrector ibunya. Liat deh gayanya

Dan ini ibunya, asyik dengan pekerjaannya sore itu di Bulungan tanpa kesulitan apa-apa dengan 2 balita lucunya itu ![]()

Sore itu saya belajar sesuatu bahwa ternyata keputusan orang bertindak bermula dari bagaimana dia menyikapi keadaannya. Ibu itu betindak sampai ke Bulungan sore itu dengan kondisinya yang mungkin bagi sebagian orang, menjadi alasan untuk tidak bertindak apa-apa. Kondisi menjadi sebuah alasan pembenaran untuk tidak bertindak.
Ini hari ibu…
Kayaknya enak memilih menjadi ibu luarbiasa yang enggak kebanyakan alasan kayak ibu itu ya