Sok Sibuk :-)

Pojok Usaha No Comments

Kadangkala kita merasa, diri kita sudah bekerja paling keras. Paling sibuk dan enggak mungkin lagi membagi waktu untuk urusan rutin yang telah di plot.

Saya belajar kembali, menata management waktu saya dengan belajar dari anak, cucu dan cicit dalam group saya di Oriflame kemarin. Saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa, full waktu di rumah. Memang sih hari-hari terjadwal jelas dari jam ke jam untuk pekerjaan fleksibel pilihan saat ini di dunia online dBC Network. Tapi jujur aja, saya tidak sehebat mereka dengan segudang aktivitas wajibnya di rumah tangga, kantor, di masyarakatnya, nambah lagi membangun bisnis mereka di Oriflame dengan komit.

Mereka orang-orang yang enggak kebanyakan alasan. Gak sok sibuk meskipun beneran sibuk, enggak makan gengsi, gak kenyang soalnya ya heheh.. Naik bis atau bawa motor sepulang kerja, rumahnya jauh-jauh ternyata. Saya sih enggak tau peta, jadi selama ini saya biasa aja setiap mereka muncul di Bulungan. Untung suami yang makanannya peta, tau bahwa ternyata rumah mereka itu jauuuuuuuuuuuh …..

Dia kagum banget sama anak, cucu dan cicit saya itu mau menyempatkan diri hadir di training Bulungan, padahal pulang kantor. Belum lagi harus bawa motor pulang ke daerah itu pastinya minimal 2 jam. Atau naik bis umum. Perempuan, sendirian, sudah menjelang Magrib waktu itu soalnya kami ngemper makan sate dulu :-) Posisi Bulungan itu di Blok M Jakarta Selatan. Ada yang kerja di Tanjung Priok naik bis, ada yang dari daerah Kota. Rumah ada di daerah Cakung, Grogol, juga Tangerang arah Bandara. Jujur aja gak kebayang nih, tapi kata suami sih itu suer jauh dari Blok M. Kamu dari Cibubur mah deket, dianterin suami lagi, hik..hik..

Kadang memang saya sok sibuk sih…

Kalo udah melihat kenyataan di luaran sana, kadang kita merasa sudah bekerja begitu kerasnya, begitu cepat dan hebatnya. Ternyata jangan salah, orang-orang diluaran sana bergerak lebih cepat dan berjuang lebih keras. Kadang kita melihat diri kita sudah begitu suksesnya dengan waktu dan prestasi kerja kita, ternyata orang di luaran sana memiliki segudang prestasi bukan kanya di 1 bidang kehidupannya. Mereka bisa mengatur sedemikian rupa waktu yang sama dimiliki setiap manusia sejumlah 24 jam. Bedanya, 24 jam ada yang terisi dengan prestasi ada yang terisi basi. Ada yang terisi dengan kerja, kegiatan apapunlah yang positif, ada yang mengisinya hanya dengan tidur siang nurutin malasnya, rumpi atau nonton sinetron tak berbobot isinya, window shopping hemm..

Sebenarnya kalau mau jujur pada diri sendiri, kita tuh bisa menghilangkan semua kendala. Ngilangin semua kemalasan. Membuat komitmen. Belajar fokus. Ngilangin malu apalagi gengsi. Pertanyaan besarnya hanyalah. MAU atau TIDAK.

Teman-teman saya itu memilih jawaban bahwa mereka mau melakukannya. Kalo soal BISA insya allah siapapun kita pasti bisa ya kan ? Apalagi sekedar berangkat dari Cibubur ke Blok M,iiih ternyata gak ada artinya dengan perjuangan mereka hihii..jadi mau malu nih gue :-)

Kembali Kepada-NYA

Pojok Hobby, Pojok Rehat 2 Comments

Sedikit membaca sebagai penghantar tidur tadi malam, walopun bacanya loncat-loncat kayak kutu loncat. Dari sebuah buku dengan judul ” YOU CAN IF YOU THINK YOU CAN “. Dari judulnya aja udah kebayang isinya ke arah motivasi dalam bekerja, berbisnis, ikhtiarlah gitu… yang banyak kaitannya dengan hal dunia, tadinya berfikir begitu. Tapi ternyata, gaya membaca bak kutu loncat membawa Noe ke sebuah halaman yang justru kembali mengingatkan kita pada Tuhan.

Makanya kuberi judul tulisan ini Kembali Kepada-Nya :-)

Bagus untuk yang tegang-tegang, yang mengalami kelelahan lahir batin, fisik dan psikis..glek. Suka gak ngalamin masa-masa sangat menengangkan, rasa tidak enak di hati, capek pikiran capek badan ? Bersyukurlah anda kalau kehidupan anda selalu mulus rata seperti jalan tol, tanpa pernah ketemu kerikil apalagi batu. Semua kondisi terasa sangat kondusif, menyenangkan. Yang paling bagus, udah pastilah kehidupan enggak mulus-mulus terus, tapi pertanyaannya bisa tetap cool gak tuh ?

Sebenarnya, kata si penulis buku, kita itu apapun yang terjadi tidak perlu menjadi tegang. Banyak orang yang biasa hidup di tengah hiruk pikuknya suasanya, keadaan yang sangat menekan, tapi mereka tidak pernah menderita untuk jadi tegang.

Presiden Amerika Serikat, Nixon–ada di Gedung Putih ketika ribuan massa berdemonstrasi di depan istana. Membawa slogan yang mendongkolkan hati pastinya, menyebut presiden sebagai pembunuh dan menyerukan berbagai tantangan. Yah kalo cuma dibilang bawel, gak sabaran, jutex ato apalah, gada apa-apanya dong ya hihihi…

Teriakan-teriakan itu terdengar jelas dari ruang kerja pak Presiden. Penulis buku memperhatikan sikap Presiden. Waktu menunjukan pukul 1/2 lima sore, seharian sebagai Presiden pastinya sudah mengurus berbagai urusan besar berskala Internasional, pusing pasti ya kepalanya. Memperhatikan kedua belah tangan Presiden, tangan itu sama sekali tak bergerak, biasa saja. Suaranya tak berubah sedikitpun, tenang dan tentram. Air mukanya santai, sama sekali tak ada raut tegang disana.

Penulis bertanya : ” Menghadapi masalah Internasional yang pelik dan demonstrasi hebat yang sedang berkecamuk di luar sana, bagaimana anda bisa bersikap begitu tenang pak Presiden “.

Jawab Presiden Nixon : ” Soalnya saya memang tenang “.

Penulis nanya lagi : ” Tapi gimana cara anda mencegah diri anda dari suasana yang setegang ini ? “

Presiden Nixon : ” Mereka punya hak untuk berdemonstrasi di depan sana dan mengatakan apa saja yang mereka kehendaki. Negara AS adalah bebas dan demokratis, dan mereka adalah warga negara AS. Dan saya hanyalah melakukan apa yang saya anggap benar. Bila anda melakukan apa yang anda anggap benar, maka anda tidak perlu menderita ketegangan bukan ? ”

hemm…dalam ya maknanya ? Presiden gituloh…

Dari banyak kisah bagaimana para tokoh dunia dalam buku itu yang sama sekali tidak merasa tegang dalam kondisi yang sangat menekan sebenarnya, penulis menyimpulkan (maksudnya penulis buka itu ya bukan penulis blog ini hehe..)

…pada hakekatnya kita tidak perlu mengalami ketegangan atau merasa gugup. Tapi kalo kita terlanjur tegang, ah bagusnya bahasanya gugup aja kali ya :-) atau tekanan jiwa hik..hik.. obat paling mujarab adalah mutiara yang dijanjikan Tuhan pada umat manusia. Kedamaian kembali pada Tuhanlah yang akan menjadi kedamaian abadi.

Kedamaian yang diberikan dunia hanya bersifat sementara, misalnya ? Hmmm…bersandar pada bahu sang suami, hihihi….iya kali pas sedih gitu kan ya ? tapi pas suami pergi ? Tertekan jiwa lagi dong hehe.. Atau justru sebaliknya, kondisi tertekan karena sang suami ? wakakaka….

Atau memandang keindahan matahari terbenam, stress gitu gak naik-naik level ato lama gak naik jabatan di kantor, apalagi gak naik gaji hahaha….pergi ke suatu tempat yang katanya indah pas matahari terbenam. Sementara aja, begitu matahari terbenam betulan, coba ? Nangis bombay lagi, tertekan lagiiii…waaaakk !!

” Damai yang dipersembahkan dunia kepadamu pasti berlalu, tapi damai dari Tuhan ( Allah buat Noe ) akan tetap tinggal selamanya ”

Setiap orang yang bisa meresapi kata berharga itu berulang sampai alam bawah sadarnya, maka ia akan mampu mengusir segala ketegangan jiwanya, kesedihan hatinya, merasa terpuruknya ia, atau apapunlah yang membuatnya merasa menderita–Insya Allah.

Jadi kembalilah Kepada-NYA :-)

Ketika bersedih

Merasa Dilecehkan, dihina dan terbuang..duh..duh..

Ketika enggak naik-naik level hi..hi..hi

Enggak naik gaji..

Jabatan seret :-) karier terhambat..

Ditinggal kekasih apalagi pasangan hidup ..

Apalagi ?

Ya apa aja deh yang bikin sedih, sebel, marah…. bagusnya kembali aja Kepada-NYA.

Betul kata pak Presiden Nixon, kalo kita melakukan hal yang benar, kenapa musti tertekan. Sederhana, tapi bermakna sangat kuat !!

Kutub Utara dan Kutub Selatan

Pojok Rehat 2 Comments

Abis pulang nganter anak les nih, nyetir pulang cengar-cengir sendiri, abis lutu tih :-)

Sesungguhnya agak-agak gimana gitu ya abis ngalaminnya, tapi teuteup banyak pelajaran di dalamnya. Dan buat Noe, ah itu sih “printilan” aja Insya Allah.

Jadi ceritanya nih..

Nyempetin duduk abis drop anak, sengaja maksud hati mau cari teman baru, yang ibu-ibu tentunya. Keliatan depan mata, seorang wanita cantik dengan penampilan executive, blazer lengkap — pokoknya kelihatan hebat deh kulitnya. Pasti isinya juga hebat nih kupikir.

Mau ah kenalan. Kusapa duluan : ” Anaknya les disini juga mbak ? “ sambil senyum dong pastinya…

Iya ..” jawabnya singkat dengan senyuman juga tapi tipiiiiis…. (kali dah tau ya gue mau ngomong peluang Oriflame hahaha… ) jadi geli nih. Tar ketawa dulu ya teman-teman sebelum lanjut…wahahahaha

OK..

” Hmmm…dikelas apa mbak, anak saya juga disini “... kataku. Lama-lama mulai cair nih ceritanya. Kita cerita-cerita anak masing-masing ada di level apa di tempat kursus itu, sekolah dimana dls..dls ya..begitulah ibu-ibu.

Setelah tau si ibu bekerja, ngeluh kasihan anaknya, capeklah dari Cibubur dah muacet buanget, ya gak salah dong ya gue nawarin peluang bekerja dari rumah ala dBC NEtwork. Plus ngeluarin katalognya nih…hi..hi..hi..

Apa yang terjadi ?

Dia pandangi wajahku begitu mesranya… hayyaaaa :-)

Trus..trus………dia tanya gini : ” Mbak dulu kuliah dimana ? ” ( mang apa hubungannya yak ? ) wakaka asli bingung sendiri tiba-tiba nanya gue kuliah dimana gitu.

Kujawab : ” Yah saya sih biasa aja mbak, saya bukan syapa-syapa “ Kayak lagu kan jadinya.

Ini jawabnya : ” Kalo bisnis beginian kan gak perlu baground pendidikan ya mbak, saya sayang dong udah kuliah sampe S2 kalo ngerjain bisnis beginian …”

Gue : ” Oh ya ? S2 dari mana mbak…hebat ya “ ( gue es teler aja ga ketelen hik..hik..hik… — dalem hati aja seh )

Dia : ” menyebut salah satu Universitas di Indonesia raya kita tercinta “

Gue : ” Pantesan mbak kelihatan sukses ya “.. ( dalam hati : dari bajunya mbak aja seh mbak, maap nih ya .. )

Obrolan berlanjut terus dengan kenarsisannya hihihi..kulayani deh. Tapi cukup 5 menit aja ya, sumpek ah ! Terus aku pulang abis makan siomay. Dadah mbak cantik dan sukses :-)

===

Perjalanan pulang mampir dulu deh di rumah salah seorang cucu downline (memang dah niat sebelum berangkat sih), sebut aja Ibu DS. Bagroundnya, seorang pengusaha perminyakan. Transaksinya milyaran, hehe.. track record di dunia bisnis minyak, udah pada tau gak usah disebut juga. Dapet info dari salah satu partner bisnisnya yang mantan nasabah, beliau ini lulusan S2 dari luar negeri. Dasarnya Noe suka jahil, cuma mau test kepribadian aja ceritanya nih… We will see ya

Aku disambutnya dengan sangat ramah, diajak ke ruang keluarganya yang nyaman di sebuah rumah megah, hemmm…kupikir itu harga rumahnya milyaran pasti :-) Bersahaja, wajahnya polos tanpa polesan dengan gaun panjang bunga-bunga biru. Beliau pamit duduk di karpet karena dia merasa nyaman begitu, tapi menahanku agar tetap ada di sofa empuk ruang keluarga itu. Tapi karena mantan tetangga, kupikir duduk di karpetnya pasti akan jauh lebih akrab dan santai.

Kami ngobrol lama sambil nonton berita Erna Libby dipanggil yang kuasa, buka-buka katalog dan beliau memesan ini dan itu. Bertanya kemajuan kegiatanku di dBC Network yang dia sudah tau apa. Dan menyampaikan kalau beliau tidak bisa seaktip aku karena urusan bisnisnya. ” Tapi aku suka produknya “ Begitu katanya. Sebuah ungkapan penghargaan yag membuat senang siapapun yang mendengarnya kan ? Termasuk aku, merasa apa yang telah kulakukan untuknya bermanfaat, paling gak tak dilecehkan.

Kupuji bisnis besarnya yang luarbiasa, wanita hebat, mandiri..dia tersipu malu. ” Ah mama Sapta bisa aja, saya biasa aja..karena kebutuhan saya harus berjuang keras “ Begitu jawabnya merendah.

Iseng nih nanya — Noe jahilnya kumat: ” Bu DS, dulu kuliah lulusan mana sih ya koq bisa berbisnis minyak sehebat ini sekarang..?”

Tau jawabnya apa ? : ” Ah saya biasa aja bu, sekolah enggak pentinglah, itukan sekedar pola pikir. Kalo bisnis butuhnya bukan lulusan apa bu Nurul, tapi gimana membangun kepercayaan pada client, laporan keuangan yang tidak dibuat-buat, membuat bisnis yang sehat, tidak berbohong pada bank pemberi kredit, dan menjaga hubungan baik dengan relasi itu penting “

Lihatlah, betapa baik pemikiran dan sikap ibu ini ya. Dari bagaimana rendah hatinya beliau dengan segala kelebihan yang beliau punya saat ini, juga caranya menghargai tamu.

Kutaya lagi : ” Lulus dari mana bu.. “

Jawabnya : ” Ah enggak pentinglah…” Lau mempersilahkan aku menyantap hidangan kecil yang disiapkan si mbak dan mengalihkan pembicaraan lebih pada kegiatanku sehari-hari. Betapa menyenangkannya bicara dengan orang yang rendah hati dan tidak sombong macam ibu ini, pikirku. Lebihnya, tentu karena kuenya enak hehehe…jadi lamaan dikit ah !

===

Lihat ? Kutub utara dan selatan kan ya ? hehe…

Keluar dari rumah bu DS, aku mikir begini. Kalo aja banyak orang humble seperti bu DS, pasti group Noe cepet gede neh :-) Open mind, tidak suka merendahkan orang, kalopun enggak bisa bukan sisi negatif kita yang ditonjolkannya tapi memang tidak bisa dengan sebuah alasan masuk akal dan bukan “tricky” :-)

Bu DS kutahu lulusan S2 luar negeri, tapi cool aja hiks… Omsetnya milyaran kalem aja. Memandangku yang pakai jeans dan kaos ( tapi tetep cantik juga sey..wihihi…memang baju kebesarannya sejak enggak lagi rok minian ) gak serendah mandang gimana gitu yak, walah-walah. Pantesan, dunia ada kutub utara kutub selatan. Beda suhukah ? Satunya panas satunya dingin ? secara lom tau ke kutub Utara juga ke kutub Selatan neh. Taunya cuma jauh doang !

Cara Berfikir Anda Menentukan Nasib Anda

Pojok Rehat 2 Comments

HATI - HATI. Cara Berfikir Anda Menentukan Nasib Anda ” …..Kalimat singkat ini pernah saya baca di blog ini http://bisniskuluarbiasa.blogspot.com.

Ditulis di bagian bawah, kecil saja. Mungkin karena kecilnya itu dulu saya enggak merenungkan artinya lebih dalam. Tapi begitu merasakan, iya juga ya apa yang saya pikirkan itu akan kejadian, betul menentukan nasib saya juga orang-orang karena pikirannya sendiri :-) secara sampai hari ini betulan belum jadi Senior Manager.

Saya tau sekarang sebabnya kenapa dan ada dalam bagiannya ATTITUDE. Kenapa ? Karena pikiran saya membatasi saya untuk jadi seorang Senior Manager di bulan Juli 2008.

Ingat obrolan dengan mbak Nadia waktu ngeset target, saya sendiri bilang begini : ” Mbak Nad, aq mau jadi Senior Manager di Juli 2008. Itu kan ultahnya anakku—buat kado dia ceritanya.. ingetin ya mbak “

Tapi sambil liat Activity Report, disana saya rada-rada memicingkan mata, pesimis. Tarus bilang ke mbak Nadia gini : ” Yah kalo gak bisa Juli mundur juga gak papa… “

Lihat ? Pikiran saya membentuk bahwa saya tidak akan jadi sorang Senior Manager di Juli 2008. Dan itu terbukti !!

Saya sudah menganalisanya, dengan belajar dari penuturan Pak Anthony Dio Martin di Seminar Manager bulan Juli lalu. Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan ditangkap otak lalu otak mengirimkannya ke seluruh sel tubuh. Pesan yang di tangkap otak saya, bahwa saya membiarkan nasib saya tidak menjadi seorang Senior Manager di bulan Juli 2008. Otak saya mempengaruhi semua sel dalam tubuh, mereka jadi kerja sangat santai dan malas, darah tetap rendah hehehe….mata dibawa ngantuk terus, hiks…. Hati-hati dengan pikiran anda !! Udah ada contohnya nih, gak baik ya :-)

Beberapa hari yang lalu di invite chatting seseorang. Ternyata kami senasib, maksudnya senasib ? udah ibu-ibu juga gituloh. Kalo nasib pemikiran sih jelas udah beda, kan saya udah dicekokin ilmunya pak Anthony Dio Martin, enggak mau lagi kumat kayak dulu :-)

Dia yang memulai, tapi saya yang mengakhiri percakapan, hahaha…gaya kan ? Secara sekarang udah males ngikutin gaya pemikiran seperti si ibu itu, sorry nih ya :-) Saya lebih baik memilih meluangkan waktu ngobrol dengan orang-orang dalam group saya yang antusias, memang butuh support untuk mencapai peringkat yang memang mereka inginkan dari hati. So yang begini, nanti-nanti aja dulu kalle…maap-maap aja secara bakal jadi virus mematikan !

Saya selalu belajar untuk memotivasi diri sendiri, untuk menjaga pikiran negatip di setiap awal memulai sesuatu, sejak mendapat pelajaran baik dari ibu ini. Dan betulan enggak bohong, menjalankan bisnis Oriflame itu MUDAH !!

Cuplikan chatting kami, terus saya simpan saking makasihnya dapat pelajaran berharga. Karena, sejak awal belum pernah nemu prospek yang unik seperti ini. Menjadi bukti bahwa memang ada ternyata orang-orang yang dari awal sudah pesimis (sama nih sama NoeLoe–tapi gak parah spt dia hehe..) Dikasih jalan keluar, ada lagi alasan yang mematahkan jalan keluar. Sengaja dibuat buntu sendiri, nyoba aja belum tuh :-) Dibilang A, jawabnya minus A. Dibilang B, ngeles minus B yang selalu membuat pikirannya membenarkan bahwa apapun jalan keluar akan buntu untuk dirinya. Ya sudah jelas hasilnya kan NOL. Ya silakan buntu sendiri hihihi…

Gaya simpel Noe keluar nih, males ribet ngurusnya nanti, lebih baik enggak ada di group gue deh :-) Kubilang saja : ” Maap mbak, saya gak siap punya donlen seperti mbak. Jd lebih baik mbak tidak ada di grup saya ya “ Kemudian chatting dengannya saya tutup.

Jelas kolerisnya Noe keluar, bukan pembenaran sih ya, hanya saja saya takut aura negatip dia pindah ke saya. Pinter-pinter milih temen gaul kan ya, kalo gaul sama pandai besi tar gue bauk besi pulak. Mending gaul sama penjual parfume, mayan kena wanginya gratis hehehe :-)

Kalo kata mbak Thia, mencari mutiara dalam kerang memang gak mudah. Ibu itu salah satu kerang kopong yang gak berisi mutiara. Mau dibiakin berisi juga, saya udah males duluan mbiakin yang kopong melompong :-) Mending kan kalo ada bakal mutiaranya walo masih kecil, masih ada kemungkinan membesar. Kalo jelas kosong ? Terlalu membuang waktu, udah berendem di air basah-basah teuteup gada hasilnya, weks…. :-)

Jadi Orang Yang Beda

Pojok Usaha No Comments

Bicara tentang Meuthia Rizky sang Diamond gue…

Secara Noe melihat figur ibu satu itu gimanaaa gituloh. Dulu sebelum kenal dekat ato bahasanya gini deh, Noe ngeliatnya Mbak Meuthia itu kayaknya jauh banget, tak terjamah sama posisi level Noe ketika memulai bisnis Oriflamenya. Pasti ibu itu juga gak pernah peduli ada orang dalam group BOSS Fam yang namanya NoeLoe :-) Sapa loh ? hehehe.. padahal mbak Thia pasti gak gitu, gue aja yang minder !

Muthia Rizky adalah sebuah figur sukses. Sukses dimatanya Noe enggak cuma soal duitnya, tapi memiliki kepribadian yang duileh, patut diacungin jempol. Ramah, baik hati dan tidak sombong :-)… Humble. Berkomitment, dia bukan wanita cengeng apalagi pemalas. Jauh deh dari banyak unsur negatif hal yang mematikan sel-sel otak dan badan manusia :-) Mbak Muthia bukan tipe pencari alasan. Dia bukan orang yang mau fokus pada masalahnya tapi solusinya. Ibu itu juga punya keluarga yang harmonis, care dengan anak-anaknya, teratur membagi jatah masing-masingnya. Jelas management waktunya gak kacau dengan setumpuk kesibukan pribadi, keluarga dan bisnisnya :-) Koq bisa ya ?

Kalo dalam candaannya mbak Meuthia bilang : ” Harusnya orang kagum nih sama apa yang gue lakukan ketika ingin menjadi seorang Diamond di Oriflame…. buat Noe itu bukan sebuah Ke Narsisan. Memang bener, ibu satu ini patut diacungin jempol dan kita yang ngakunya mau jadi Diamond ya kudu begitulah kira-kira… Makanya gue dari awal liat Mbak Meuthia ini dah kagum duluan meskipun dulu belum banyak mendengar cerita sepak terjangnya beliau dalam menjalankan bisnisnya.

Kata Mbak Thia, memang kita harusnya punya sesuatu yang enggak dimiliki orang lain. Kalo sama aja ya jelas hasilnya sama hihii… Banyak orang mau dapat seperti apa yang mbak Thia dapatkan saat ini, cuma pertanyaannya, mau enggak ngerjainnya ? Bisa enggak konsistent ? Bisa gak pegang komitment? Alergi gak sama target ? Mengerti artinya sebuah proses. Bisa gak ya gak selalu cari alasan begini B 90 NO heheh kayak plat mobil gratisnya mbak Thia dari Oriflame :-)

Miliki sesuatu yang beda dari kebanyakan orang, itu resepnya Mbak Thia jadi Diamond ! Psst…mungkin mbak Thia itu dulu gak ada jadwal tidur siang ya, kalo sakit aja diminta tolong salah satu grupnya di Karawang tetap aja tuh komit nyetir sendiri sakit-sakit ke Karawang. Sampe segitunya, hal yang kalo orang geleng-geleng kepala, sampe begitu aja mau dikerjain ? Ya udah jelaslah kalo 3 tahun jadi Diamond. Itu aja katanya meleset dari targetnya yang 2 tahun :-) See ? Tapi skarang bisa bobo lagi abis bangun pagi dan urus keperluan anak-anaknya & suami mungkin ya hiks…soalnya pernah chatting jam 8nan pagi terus pamit mau tidur lagi katanya wahaha…enak banget.

Wonder Woman bukan cuma di film ternyata, di Oriflame banyak !! Salah satunya Mbak Thia, dan menyusul si NoeLoe qeqeqe—amiinnn–

Merdeka Atau Mati !!

Pojok Rehat 3 Comments

17 Agustus kan ya? Hari kemerdekaan kita—bangsa Indonesia. Skali merdeka tetap merdeka katanya. Emang beneran sekarang kita udah merdeka ? hmm… mikir lagi deh, bener udah merdeka ?

Entah karena sudah jadi “ibu-ibu”, ikutan lomba bakiak, balap karung, makan kerupuk dan sejenisnya udah enggak menarik buat Noe apalagi main bola kaki sambil goyang dangdut, dooooh… gak deh ya ! Ah mending kurayakan hari kemerdekaan ini dengan menulis karena aku seorang yang bebas merdeka menuangkan isi kepala, hehehe…Mumpung si ABG lagi upacara dan lomba di sekolahnya gak bikin heboh disini :-)

Apa sih merdeka ? Kalo jaman penjajahan kita dulu jelas banget merdeka artinya enggak lagi dijajah sama Londo ato negaranya si Oshin. Gak lagi ngangkat senjata ato gak lagi rempah-rempah kita dikuasain bangsa asing gitu ya ? Pelajaran sejarah jaman SD ini sih, dangkal dan dulu dapat nilai jelek karena males ngapalan tanggal-tanggalnya :-)

Noe sudah merdeka hari ini, berasanya sih gitu. Setiap orang adakalanya merasa terjajah meskipun negara dimana dia berada dan melindungi hak dan martabatnya, caileh…sudah merdeka. Belum tentu kita sebagai individu merdeka loh ya. Banyak orang yang ternyata bukan Londo atau Japaneese (bener gak nih nulisnya :-) ) jaman dulu ternyata menjadi penjajah yang lebih jahat dari penjajah negara kita dulu. Para suami menjajah istrinya atau sebaliknya sampai bener-bener jadi orang yang enggak punya arti di dunia ini—hihihi hiperbola ya ?, orang tua menjajah anaknya, atau lebih parah dirinya sendiri menjadi penjajah untuk dirinya—yang ini lebih parah pastinya.

Merdeka bukan juga identik dengan kebebasan kayaknya deh, setidaknya merdeka menurut Noe–karena jelas banget sebagai seorang ibu dan istri ya udah pasti dia memiliki keterbatasan dalam arti bebas-bebas gak pake aturan. Lebih dari dalam hati merasa menjadi dirinya sendiri, merasa bebas berekspresi dan berkreasi cieee…. Pada suatu moment berani mengungkapkan apa yang menjadi keinginan dan batasan yang perlu juga dihargai bahkan lebih dari sekedar dihargai pasangan tapi juga perlu menjadi “warning” agar hati-hati untuk tidak dilanggar, hemmm…menjadi moment kemerdekaan kita pastinya. Perempuan gak enak kan bak burung disangkar emas, hehehe..

Dijajah memang enggak enak. Kalo negara udah merdeka, masa individunya masih mau dijajah sama individu lain? Kalo dijajah individu begini, pilihannya jadi MERDEKA atau MATI aja deh :-) Silakan deh, MATI itu diartikan mati beneran atau mati-matian..hahaha..

Ah, ini sekedar tulisan memperingati 17 Agustusan ala Noe. Soalnya dia enggak perlu lagi datang upacara seperti ketika dia ngantor. Jadi mau apa lagi ? Udah merdeka dari kewajiban upacara kan ? jadi ya sekarang MERDEKA nulis aja :-)

MERDEKAAA !!!

Lihat Lingkunganmu

Pojok Usaha No Comments

Mau jadi apa ato siapa kita nanti, coba deh liat dulu lingkungan pergaulan kita saat ini. Hal ini pernah baca bukunya tapi lupa siapa pengarangnya, tapi Mbak Muthia dalam wejangan motivasinya dalam “kalas” di Bulungan kemarin ngingetin lagi.

Seorang artis, biasanyanya lingkungan terbesarnya adalah lingkungan artis. Penulis, gaulnya biasanya sama penulis, ya kan? Dokter, pastinya kebanyakan ada lingkungannya dokter. Ini beberapa hal yang menghasilkan sesuatu yang positip. Begitu juga berlaku untuk hal negatip, misalnya pemakain narkoba biasanya juga akan ada dalam lingkungan pamakai atau berasal dari gaul-gaul dengan pemakai narkoba. Sangat kecil kemungkinan pamakai narkoba bergaul sama anak calon ustad di pesantren sana, hihih….

Aura positif itu biasanya akan menolak aura negatip begitu juga sebaliknya. Jadi hati-hatilah dalam hal memilih lingkungan kita.

Untuk menjadi seperti seorang Muthia Rizki Abdul Kohar—-seorang Diamond di Oriflame, ya harus dimulai dengan memilih lingkungan leader di BOSS Family. Harus mau ada di antara orang-orang yang melakukan bisnis Oriflame. Ada diantara orang-orang yang bukan pemalas, bukan pencari alasan yang handal, orang-orang yang jelas mempunyai visi yang sama dalam bisnisnya.

Laaahh…kalo tetap aja diam di rumah, nge-mall, ngafe, kebanyakan alasan untuk mau duduk bersama para leader, ya kelaut aje kata lagu loh ya :-)

Uang Bukan Segalanya

Pojok Usaha 2 Comments

Sering kan dengar ungakapan itu ? Kalo Noe jelas sering banget, karena itulah semboyan hidupnya dulu. Sekarang baru mikirin nih kenapa dulu bilang begitu, ya cuma 1 sebabnya : Karena dia memang enggak punya uang !! hahaha….

Dari workshop Bening Jiwa Production by Auk Murat, jangan dikira uang sumber segala kejahatan. Mendapatkan uang dari sumber yang halal—transaksi mendapatkannya juga melalui akad yang benar, tidak ada siapapun yang merasa dizalimi, mengelolanya di institusi sesuai syariah, mengembangkan dalam sebuah investasi yang juga syariah, membelanjakan untuk keperluan sesuai syariat yang benar.

Islam menganjurkan kita jadi kaya, karena Islam bukan hanya bicara ibadah vertikal tapi juga horizontal. Untuk vertikalpun, say shalat perlu alat yan g membutuhkan biaya, paling tidak gak musti mukena berjuta-juta harganya tapi bersih tidak sobek-sobek dan mencirikan kita mendahulukan Allah bagaimana kita menghadap-Nya tetap butuh uang. Ibadah horizontal, kepada sesama manusia, bersedekah dan berinfaq, akan sulit dilakukan oleh orang yang tidak punya uang :-)

Pak Tung Desem Waringin juga bilang begitu, penilaian yang salah tentang uang itu yang membuat kita ragu untuk bekerja memcari uang. Rubah dulu persepsi kita tentang uang, baru bisa menerima sebuah peluang untuk menghasilkan uang :-)

So, Noe manarik anggapannya kini, bahwa uang bukan segalanya itu salah kaprah. Nanti kualat dia beneran gak pernah punya uang. Beneran gak leluasa bersedekah dia. Beneran gak bisa nyenengin orang tuanya. Cuma karena gak punya uang aja dia bilang begituĀ  dulu hehehe… dasar males aja kerja yak :-)

« Previous Entries